DPMD Kukar Siap Kawal Realisasi Program RT-KU Terbaik Rp150 Juta

img

(Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Arianto saat menghadiri MUSRENBANG RPJMD 2025-2029/Pic:Tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar memastikan siap mengawal realisasi Program RT-KU Terbaik. Program yang mengalokasikan Rp150 juta per RT ini akan menjadi tolok ukur baru pembangunan berbasis masyarakat setelah suksesnya program Rp50 juta per RT sebelumnya.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Kukar dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029 di Kantor Bappeda Kukar, Selasa (16/0/20259). Aulia menuturkan bahwa RT-KU Terbaik dirancang untuk memperkuat ketahanan sosial sekaligus ketahanan pangan, dengan menyasar kebutuhan dasar masyarakat di tingkat akar rumput.

“Program RT-KU Terbaik menyasar hal-hal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujar Aulia.

 Ia mencontohkan, apabila sebuah RT memiliki warga miskin, maka program ini dapat menjadi solusi. Jika ada anak rentan putus sekolah, bantuan bisa dialirkan agar mereka tetap melanjutkan pendidikan. Termasuk pula membantu anak yang belum mendapat akses sekolah agar bisa masuk ke dunia pendidikan.

Menurut Aulia, tahap awal program ini adalah penguatan data. Pemerintah ingin memastikan baseline data akurat di tingkat RT, sehingga intervensi melalui RT-KU Terbaik dapat tepat sasaran. “Kita ingin data dasar benar-benar tersedia di RT, baru dari situ kita lakukan intervensi,” tambahnya.

Tahun 2025 disebut sebagai masa konsolidasi untuk memetakan kebutuhan RT sekaligus menyiapkan dasar hukum pelaksanaan. Program ini direncanakan mulai berjalan penuh pada tahun 2026, dengan harapan manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Cakupan intervensi program RT-KU Terbaik cukup luas. Di bidang perumahan dan permukiman, program ini bisa digunakan untuk perbaikan lingkungan RT. Pada aspek kesehatan lingkungan, bantuan dapat dialokasikan untuk pengadaan bak sampah. Sementara di sektor sosial, dana bisa mendukung kebutuhan warga sakit, meningkatkan keamanan lingkungan, hingga memperkuat Karang Taruna dan PKK.

Tak hanya itu, bidang budaya juga mendapat perhatian, seperti mendukung kegiatan keagamaan maupun festival tingkat RT. Dari sisi ekonomi, dana Rp150 juta ini dapat dimanfaatkan untuk pelatihan keterampilan warga maupun modal stimulant bagi usaha kelompok. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu menyentuh berbagai aspek pemberdayaan warga secara langsung.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, usai menghadiri Musrenbang, ia menegaskan kesiapan pihaknya mengawal penuh realisasi RT-KU Terbaik. Sebagai OPD pengampu, DPMD akan menjadikan pengalaman program bantuan Rp50 juta per RT sebelumnya sebagai acuan dalam pelaksanaan.

“Kami siap melaksanakan, karena ini janji yang harus ditepati. Melihat keberhasilan program Rp50 juta per RT, saya yakin program Rp150 juta ini juga akan berhasil dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Arianto saat diwawancarai awak media.

Dengan hadirnya program ini, ia berharap akan berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat di tingkat RT semakin meningkat, sekaligus menjadi wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada kebutuhan dasar warganya.  (Adv/Tan)